Wednesday, December 30, 2020

PERI KECIL YANG MELEBARKAN SAYAP KE DISNEY ITU BERNAMA NADIN AMIZAH

 

idntimes.com

Layaknya sebuah karya seni, semua yang menyangkut nama Nadin selalu digelari ‘estetis’ dan ‘artistik’. Foto yang diunggah di media sosial, selera berpakaian yang jauh dari tren dan kesan minim—tetap manis, kata-kata yang dilahirkan dalam setiap lirik lagunya, dokumentasi yang dibagi bersama keluarganya, kehidupannya…semua mengandung keindahan. Bukan karena hanya hal-hal bahagia yang ia miliki, tetapi justru cerita luka yang dibiarkan mengalir selama bertumbuh menjadi manusia. 

Ia merupakan perempuan di balik akun Instagram @cakecaine yang mampu menyihir dunia lewat suara emasnya. Tidak sekadar bernyanyi, sebab dalam lebih banyak waktu ia menyembuhkan. Sesuai nama Instagramnya, cakecaine yang berarti gabungan dari cake yang manis dan cocaine yang membuat ketagihan, ia ingin agar karyanya selalu menjadi candu bagi penggemar. Nadin juga kerap disebut sebagai ‘peri kecil’ karena penampilannya yang begitu anggun dan elegan, mewujud wanita cantik bergaun panjang menjuntai, rambut berkilau terawat, ditambah senyum manis dengan ginsulnya. Penikmat musik Nadin juga menyebutkan ia memancarkan aura keibuan yang membawa ketenangan melalui lagunya—‘ibu peri’.

idntimes.com

Sejak kemunculannya sebagai penyanyi solo, Nadin konsisten dengan lagu pop-folk-akustik. Menilik ke belakang, pada tahun 2017, ia telah berkolaborasi dengan Dipha Barus untuk lagu All Good yang dinyanyikan pertama kali di DWP (Djakarta Warehouse Project). Lagu yang kental dengan suasana musik EDM itu berhasil masuk dalam tiga kategori sekaligus pada ajang AMI Awards. Setahun sebelumnya, ia mengikuti kompetisi bernyanyi ‘Social Media Sensation’ di suatu stasiun televisi swasta dan mencapai tiga besar. Jalan bermusiknya itu terbuka setelah ia mengunggah video cover lagu di Instagram.

Tahun-tahun berikutnya, dalam rentang tahun 2018-2019, Nadin kembali hadir dengan empat lagu baru, yaitu Rumpang, Sorai, Star, dan Seperti Tulang. Semua lagunya diiringi dengan gitar akustik dan denting piano yang terasa hangat dan menenangkan, terlebih berpadu dengan suara Nadin yang lembut. Hal itu berkaitan dengan makna lagu yang sebagian besar bercerita tentang lara; kesedihan dan perpisahan.  Selain itu, ia juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Sal Priadi dalam lagu Amin Paling Serius.

idntimes.com

Memasuki tahun 2020, bertepatan dengan ulang tahunnya yang kedua puluh, Nadin melahirkan sebuah album bertajuk ‘Selamat Ulang Tahun’. Album berisi sepuluh lagu itu dirilis atas hasil kerjanya bersama banyak musisi, misalnya Mikha Angelo dan Petra Sihombing. Musikalitasnya menjadi semakin kaya. Meskipun hanya direkam di kamar tidurnya, kualitas album ini tetap diperhitungkan dan malah menambah aspek keunikan. Lagu-lagu tersebut diantaranya, Intro, Kanyaah, Paman Tua, Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat, Beranjak Dewasa, Bertaut, Taruh, Cermin, Mendarah, dan Sorak Sorai yang merupakan hasil kolaborasinya dengan Syarikat Idola Remaja (SIR)—dulu menggawangi grup Daramuda yang beranggotakan musisi Rara Sekar, Danilla, dan Sandrayati Fay.

Yang terbaru, pada November 2020 ini, Nadin membuat pencapaian atas keterlibatannya dalam mengisi lagu ‘Reflection’ sebagai official soundtrack film Mulan, untuk Disney Asia. Di situ, ia berkolaborasi bersama Yura Yunita, Agatha Priscilla, dan Sivia Aziza. Karier Nadin yang terus memuncak bahkan mendorong dirinya untuk menulis tweet yang cukup mengharukan di akun Twitternya, @rahasiabulan,

kalau aku bilang ke nadin kecil bahwa aku akan bekerja untuk disney di umur 20 tahun nanti, dia pasti cuma bakal melongo”

Tapak demi tapak dijejaki Nadin untuk semakin mengisi jiwa dan memuaskan penggemarnya. Berawal dari media sosial hingga menembus kancah internasional, dari cerita-cerita kehidupan yang ditulis untuk dirinya sendiri sampai dibaca dan didengar oleh orang-orang seluruh nusantara. Tidak diragukan, lagu-lagu Nadin memang sarat akan muatan personal. Siapa pun yang mendengarnya akan merasa seperti membuka buku harian. Masalah percintaan, masalah keluarga, hingga masalah quarter life crisis yang dialami selama bertumbuh menjadi dewasa adalah tema yang selalu familiar untuk para pendengar remaja. Paparan itulah yang ia sebutkan dalam beberapa podcast yang mengundangnya sebagai pembicara, seperti podcast ‘Duo Bujang’ dan ‘Makna Talks’.

Nadin juga bercerita tentang fenomena bullying yang pernah ia alami ketika di sekolah, perasaan asing dan tidak menyenangkan selama SMA, keuntungan memiliki ibu yang merangkap menjadi manajer, juga seluk-beluk dunia musisi. Bagi Nadin, menyanyi adalah jalan keluar atas masalah-masalahnya di SMA. Hal itu berbalik ketika ia kuliah dan sudah berfokus dalam dunia tarik suara karena kuliah berganti menjadi jalan keluar.

idntimes.com

Bagi Nadin, ada sosok Sal Priadi, Kunto Aji, dan Arina Ephipania ‘Mocca’ yang berperan dalam perjalanannya bermusik. Sal Priadi mulanya merupakan sosok yang dikagumi Nadin. Tidak heran apabila Amin Paling Serius bisa menjadi single yang begitu menakjubkan karena pengalaman itu sangat berkesan untuk Nadin. Kolaborasi itu dapat tercipta karena hubungan timbal-balik apresiasi karya mereka berdua.

Sementara itu, lagu-lagu Kunto Aji seperti Sulung dan Rehat telah berperan dalam masa-masa sulit Nadin sekaligus menjadi salah satu inspirasinya membuat lagu. Liriknya yang dalam dan mengena selalu berhasil membantu menghadapi kesedihan. Hal itu sama dengan peran Arina ‘Mocca’ yang terus mengingatkan Nadin untuk selalu bernyanyi dengan hati. Mereka bernyanyi sambil bercerita sehingga sampai di hati pendengarnya.

Lambat laun, harapan Nadin tersebut terwujud. Apabila menggulir laman komentar tiap lagunya di kanal Youtube, pengunjung seperti membaca antologi puisi. Temuan itu senada dengan pengamatan kecil-kecilan yang dilakukan oleh Heditia Damanik, kontributor Laras.or.id. Heditia melakukan pengamatan untuk video klip Seperti Tulang yang diunggah 30 Oktober 2019 dengan 2300-an komentar per Januari 2020. Tren komentar ‘puisi’ ini serupa dengan yang terjadi pada kanal Youtube musisi muda lain, seperti Kunto Aji dan Pamungkas. Karya ketiganya sama-sama mengandung lirik melankolis, musik mellow, dan apapun yang memuat ekspresi nelangsa-lara-kesedihan.

Heditia juga melakukan analisis teks sederhana yang hasilnya adalah klafikasi komentar audiens berdasarkan jenis komentar, yaitu (a) komentar tentang sosok Nadin, (b) komentar tentang lagu dan video klip, (c) komentar berisi curahan hati (curhat), dan (d) lainnya. Komentar tentang lagu menduduki peringkat pertama, terutama tentang dampak lagu dan video terhadap emosi audiens. Dominasi komentar menyampaikan bahwa karya Nadin telah mewakili apa yang mereka rasakan, apa yang mereka perjuangkan. Aspek itu berkaitan dengan poin (c) komentar yang berisi curahan hati, yakni masalah percintaan, krisis diri, dan keluarga.

idntimes.com


Ribuan komentar itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa kejadian yang dialami Nadin pada masa lampau, titik terendah, jatuh-bangunnya, juga dialami oleh ribuan orang lainnya. Penggalan kisah hidup Nadin memang telah tercurah dalam beberapa karyanya. Lahir pada 28 Mei 2000 di Bandung, Nadin kecil banyak menghabiskan waktu bersama neneknya ketika sang ibu bekerja—tergambar dalam video klip Bertaut. Lirik dalam lagu Rumpang dan Mendarah juga mengisyaratkan perasaan pada ayahnya, juga bahwa ia pernah mengalami masa-masa dampak broken home. Kegagalan, kekhawatiran, ketakutan, dan perasaan-perasaan semacam itu juga diimplisitkan dalam banyak lagu di album ‘Selamat Ulang Tahun’.

Begitu juga dengan masalah krisis kepercayaan diri, kesehatan mental, dan apa-apa yang tersembunyi dalam diri tiap manusia, berhasil diangkat Nadin lewat kepiawaiannya menulis. Konon kabarnya, sang ibu ‘peri kecil’ (@nyiteung) memang lulusan sastra sehingga banyak yang menduga kemampuan menulisnya diturunkan oleh sang ibu. Beliau pun selalu menulis caption di Instagram dengan untaian kata yang tidak kalah puitis, utamanya tentang keluarga dan spiritual. Bagaimanapun, pengaruhnya terhadap Nadin telah menemani dan membantu banyak remaja berdamai dengan mimpi dan diri sendiri, mencintai seni, hingga perlahan ia betulan mewujud seorang peri yang selesai merampungkan misi.  

SUMBER

Admin. Mendengar Kisah-Kisah Nadin Amizah. (https://supermusic.id/supernews/superbuzz/mendengar-kisah-kisah-nadin-amizah)

Admin. Nadin Amizah. (http://bicaramusik.id/profil/n/nadin-amizah/)

Damanik, Heditia. Di Kolom Komentar Membasuh Luka Bersama Nadin Amizah. (https://laras.or.id/di-kolom-komentar-membasuh-luka-bersama-nadin-amizah/)

Joewono, Stanley. Siapa Sih Nadin Amizah? Kenapa Dia Digandrungi Para Remaja? (https://www.ussfeed.com/siapa-sih-nadin-amizah-kenapa-dia-digandrungi-para-remaja/)

No comments:

Post a Comment

Just write your thoughts.