Sunday, September 6, 2020

Ulasan Aplikasi IDN dalam Perspektif UI-UX oleh Pengguna Awam*

*bukan mahasiswa TI-Ilmu Komputer-Sistem Informasi-dsb. apalagi tech-expert, hanya bagian dari generasi Z yang tentu saja senang menggunakan media sosial.

dokumen pribadi

Judul yang cukup meyakinkan dengan tiga variabel hampir mirip kajian penelitian di atas sejujurnya agak manipulatif. Ada unsur ‘UI-UX’ pula. Terdengar canggih. Padahal sudah ditekankan dari awal bahwa ulasan ini tidak mengandung referensi daftar pustaka dengan sumber minimal tiga jurnal internasional yang ditulis dalam lima tahun terakhir—hei, ini bukan laporan praktikum mahasiswa kedokteran, kok.

Ulasan ini pada akhirnya dibuat setelah ingatanku melayang pada hari-hari yang menyenangkan saat menunggu pergantian kelas di kampus sebelum virus SARS-COV-2 menyerang dunia. Jauh sebelum aku menemukan kompetisi yang lumayan menggiurkan ini (banget sih, karena sedang butuh uang, hahaha!), salah satu kawanku pernah bercerita.

“Aku sih baca IDN, Lif, seru soalnya!”

“IDN Times yang berita-berita itu, kan?”

“Iya. Nggak cuma berita sih, ada zodiak, kuis, tips, terus meme-meme lucu gitu, deh!”

Tanda seru yang aku sematkan di kalimat terakhir betul-betul menggambarkan nada bicaranya waktu itu. Antusias. Aku mengamati, dia tidak menyebutkan kata seperti ‘informatif’ atau ‘up to date’ yang biasanya akan langsung tersambung dengan kata kunci ‘kredibel’. Bukankah itu yang biasanya kita cari dari sebuah portal berita?

Ternyata jawaban kawanku yang satu ini cukup unik. Dia mengungkapkan alasannya sambil berbisik. “Artikel-artikel IDN tuh cocok banget buat jadi sumber topik chat sama doi.”

Oh, bucin detected, batinku. Aku lalu tersenyum miris, mengingat belum ada seseorang dalam kehidupanku untuk bisa dijadikan obyek afeksi. Tetapi pernyataan singkat yang cenderung tiba-tiba tentang IDN itu justru menarik perhatianku. Tentu IDN tidak cuma mengakomodasi manusia-manusia yang hendak menyalurkan kasih cintanya. Pasti IDN lebih dari itu. Dan asumsiku terjawab beberapa bulan setelahnya, ketika ia hadir dalam bentuk aplikasi yang siap dijelajahi—dari pagi sampai pagi lagi, kalau kamu mau dan ada waktu, tapi harus tahu diri, kamu masih harus jaga diri selain jaga jarak dan jaga hati.

**

Sebelum berlanjut untuk membahas ulasan lebih dalam, mari kita samakan persepsi mengenai UI-UX ini berdasarkan pandangan orang awam. Hasil dari blogwalking terutama Medium (hehe) membawaku pada suatu kesimpulan: fokus desain User Interface (UI) adalah keindahan tampilan, sementara fokus desain UX (User Experience) adalah kepuasan user menggunakan produk.

Generasi milenial dan Gen-Z yang tumbuh dan berkembang di tengah arus Revolusi Industri 4.0 tentu dapat memahami definisi tersebut dengan mudah. Berikut aku sertakan tabel dari niagahoster.net sebagai gambarannya.

Preview App

Baiklah, pertama-tama mari kita berangkat ke toko dulu untuk mendapatkan aplikasinya. Tenang, gratis kok. Dan tidak ada iklannya. Untuk pengguna Android, kalian bisa langsung meluncur ke SINI, sedangkan kalian pengguna iOS silakan ke SINI, ya. Setelah mengetik kata kunci ‘IDN’, tampilan inilah yang akan menyambut kita.

UI

IDN memberi sneak peak aplikasi dengan dominasi warna merah-hitam-putih. Menurut penelitian psikologi (yang diklaim banyak website dalam maupun luar negeri), ketiga warna itu menyatukan unsur powerful; dinamis dan elegan, menarik perhatian tetapi tidak menyakiti mata. Kalau Youtube memakai warna merah untuk menarik pengunjung memutar tiap videonya, mungkinkah IDN bermaksud agar pengunjung tertarik untuk membaca tiap artikelnya? Oh iya, foto pertama dengan jelas menyampaikan tagline, “The Voice of Milennials and Gen Z”. Kombinasi tersebut disatukan dalam desain minimalis modern yang menegaskan skema target IDN. Sekilas, aplikasi ini sangat oke!

Selanjutnya? Tentu saja kita coba kita coba setelah proses pengunduhan selesai.

Workflow

Nasionalis.

Kata pertama yang muncul setelah aplikasi dibuka dan menampilkan layar utama sebelum menuju home page. Ada logo “IDN” berwarna merah berlatar belakang putih polos. Berhubung masih dalam suasana merayakan kemerdekaan, aku pun menebak-nebak apakah IDN adalah singkatan kata ‘INDONESIA’ lalu pemilihan warna merah dan putih itu sebenarnya terinspirasi dari warna bendera negara tercinta….

UI

Sejauh ini, IDN konsisten. Warna dan tata letaknya tetap manis dan rapi. Ilustrasi flat icon yang juga “merah” menambah kesan minimalis. Tiap ikon topik dalam tahap akhir registrasi menggunakan foto dengan pinggiran lengkung—rounded rectangle. Begitu juga pada login button dan navigation button. Buatku, efek lengkung itu berarti tidak kaku dan saklek, menggambarkan anak muda yang super-fleksibel.

UX

Ada alasan pasti kenapa pengalaman dalam workflow ini amat menyenangkan.

  • Bagaimana ‘kata-kata’ alias tugas yang dipegang UX Writer dalam mengarahkan kita untuk registrasi/login lalu memilih topik favorit bisa ringkas dan jelas. Alih-alih menggunakan kata “Masuk” yang terdengar sangat template, aku suka sekali mereka menambahkan kata “Yuk!” sehingga terdengar ramah di telinga penggunanya.
  • IDN menggunakan foto ‘manusia betulan’ daripada ilustrasi desain grafis untuk ikon topik. Nilai yang diangkat adalah tentang seberapa akurat dan jelas, dan semua orang akan lebih mudah mengenali ikon topik itu melalui foto Raditya Dika untuk Humor, Dian Sastrowardoyo untuk Woman, dan pasangan Marsha Timothy-Vino untuk Relationship. No debate.
  • Kustomisasi topik. Yang kurang suka politik bisa leluasa menikmati sajian resep atau ulasan gadget, misalnya. Nah, para pemuja istilah “plastik” untuk idol Korea maupun fans-fans militan—jangan jadi sasaeng!—nya tidak perlu bertengkar lagi, ya. Tinggal pilih topik favorit apa yang ingin ditambahkan melalui satu klik ikonnya. 

Home Page

Akhirnya sampai rumah! Setelah ambil barang dari toko, setel ini-itu, kita bisa masuk juga. Dari awal tadi sudah kelihatan nyaman, jadi ke depannya semoga bisa betah.

UI

Sampai sini, warna mulai bervariasi. Paduan warna pastel yang lembut rupanya jadi pilihan untuk mengisi poster promo di header bulan September ini. Tidak masalah, toh warnanya akan terus berubah. Asal warna utama tetap konsisten, sejauh mata memandang semua orang akan tetap mengenal “itu IDN” milenial yang nasionalis.

UX

Dalam satu halaman rumah ini, kita tetap bisa mengintip berita apa yang disajikan. Ada preview yang bisa digeser sesuai pilihan, tulisan per-Section News-nya masih dibalut rounded-rectangle yang cool.

Section News

UI

Struktur desain, font, foto ilustrasi, tata letak, dan lain sebagainya sudah presisi, rapi, tidak ada komentar lagi. Yang menarik perhatian, di sini ada tambahan ikon Bookmark di tiap foto artikel dan ikon Kalender di samping tanggal artikel dimuat. Ikon Bookmark untuk apa? Ya untuk menyimpan artikel kesukaan supaya mudah dicari. Siapa tahu besok-besok mau baca lagi. Ikon Kalender? Sudah jelas sih fungsinya untuk apa. Tetapi menurutku, karena tanggal berita dimuat berdampingan dengan jamnya—yang sama-sama angka, penambahan ikon Kalender memudahkan diferensiasi. Jadi nggak ketuker-tuker lagi, deh.

UX

Perhatikan lingkaran merah! Ada emotikon di samping Judul Section! Lucu! Pemilihannya pun tidak asal-asalan “yang penting ada emotnya biar berasa lagi chatting”, namun benar-benar sesuai dengan apa yang ditampilkan. Lihat dong, ‘Berita Unik’ dikasih emot orang ketawa sampai nangis.

Navigation

UI

Navigasi IDN App berupa fixed footer yang menunya bermacam-macam: Eksplor, Notifikasi, Profil, dan ikon “+”. Eksplor, Notifikasi, dan Profil masih menjunjung tinggi prinsip konsistensi. Selebihnya, ada animasi pop-up baru ketika kita memilih ikon “+” di tengah-tengah. Layar akan berubah transparansinya dan muncul background fade in, bersamaan dengan submenu “Tanya Jawab” dan “Tulis Artikel”. Kok bisa tiba-tiba beda gitu, ya? Aku membahas submenu ini lebih lanjut di bagian berikutnya.

UX

Sangat suka dengan deskripsi singkat di kolom Notifikasi. Ramah dan bersahabat. Seperti menyambut tamu rumah pada umumnya, “welcoming”. Jujur, aku bosan banget membaca tulisan “No Notifications” yang kadang terkesan jutek, apalagi ketika suasana hati kebetulan juga buruk. Jempol deh buat UX Writer-nya!

Features

UI

Nah, sudah tahu kenapa submenu ikon “+” tiba-tiba berbeda? Aku menganggapnya sebagai area untuk berkreasi. Kalau sudah memilih ikon itu, berarti kita siap jadi kreator! Bukan cuma jadi pembaca atau penikmat tulisan, ternyata kita bisa juga jadi kontributornya. Masih ingat header Promo di halaman depan alias Home Page? Cuan-cuan….

Mengenai interface-nya, baik tampilan menulis artikel ataupun pertanyaan, semua favorit. Penempatan desainnya lega, high-fidelity. Ukuran font yang membedakan antara judul, subjudul, dan teks biasa juga memudahkan pengguna ketika menulis. Di situ kita juga bisa menemukan kotak bergaris putus-putus sebagai tempat unggah gambar, lingkaran berisi huruf “i” (Info) sebagai petunjuk, dan navigasi pengaturan teks (Font, Paragraph, dll.) di bawah pun sangat pas.

Nb: satu baris ikon “Tambah Section” dan kawan-kawannya yang tidak sepenuhnya berjenis .png agak anu sih, apa karena aku menggunakan Dark Mode, wahai Pengembang IDN App?

UX

Sedikit disinggung dalam pembahasan UI, sudah ada fitur-fitur tambahan untuk memudahkan pengguna mencapai tujuan. Kalau mau menulis artikel, dari bagian atas kita sudah dipandu dengan kalimat-kalimat pendek. Bahkan sampai ketika ingin keluar dari halaman, kalimat itu tetap menyertai kita seperti pada contoh yang aku berikan. Kalimat pendek itu bukannya tanpa makna. Setahuku, ukuran kolom yang terbatas mengharuskan UX Writer pandai-pandai memilih diksi dan menyusunnya menjadi kalimat perintah yang ringkas dan gampang dipahami.

Coba perhatikan gambar terakhir, space untuk multiple choices setelah pertanyaan sederhana “Keluar dari Halaman” sangatlah kecil. Meskipun begitu, aku senang mereka dengan cerdas tetap bisa menampilkan “Buang Saja” setelah kata “Tidak” sehingga pengguna sepertiku tidak akan bingung. Tanpa tambahan “Simpan”, mungkin aku akan bertanya-tanya: tombol mana yang harus aku pilih supaya tulisanku tidak hilang?

Q&A

Sayang sekali, pada bagian ini tampilannya kurang responsif di ponselku. UI-nya cukup berantakan, jadi aku kurang betah untuk menjelajah di menu “Tanya Jawab” ini. Padahal, kelihatannyaa seru sekali bisa berdiskusi dan berbagi dengan sesama member IDN. Besok kalau IDN App sudah update lagi, pasti aku akan mampir ke sana dan menyapa teman-teman semua!

Article

UI

Semua poin cakupan UI mantap semua, kecuali bagian atas yang lagi-lagi seperti nge-bug—tidak jauh beda dengan yang ada di menu “Tanya Jawab”. Aku kurang tahu apakah pengguna iOS yang lain juga mengalaminya. Sebagai pengguna hape kentang keluaran belasan tahun lalu, aku memahami dengan sepenuh hati kalau ponselku tidak terlalu suportif dengan tampilan yang keren.

UX

Seperti yang telah dijelaskan di bagian awal, kita bisa menyimpan artikel dengan memilih ikon Bookmark yang berada di navigasi bagian bawah ketika artikel dibuka. Selain itu, kita bisa membagikan artikelnya ke Status WA hanya dengan sekali sentuh. Riset IDN untuk aplikasi baca berita terlengkap memang mantap nih. Kebetulan teman-teman kampusku, teman alumni SMA sampai TK, sebagian besar menggunakan Whatsapp untuk berkomunikasi sehari-hari.

Tambahan kalimat “Jadilah Yang Pertama” juga jadi poin plus bagi pengamat kalimat (???) sepertiku, hehehe. Tone-nya terasa berbeda dibandingkan dengan kalimat “Belum Ada Komentar”. Kalau cuma begitu, lalu kenapa? Kita nggak disuruh ngapa-ngapain lagi kan?  

Pop Up

UI

Kuis Jessica Mila tiba-tiba muncul ketika aku asyik berselancar, mencoba satu per satu fitur di dalam aplikasi ini. Jessica Mila cantik, apalagi fotonya dibingkai frame oval asimetris yang begitu populer belakangan ini. Tidak berlebihan, tetapi tetap berkarakter. Apalagi tulisan “Jessica Mila” diberi warna berbeda dengan blok merah, semakin jadi primadona.  

UX

Tombol silang di kanan atas jadi incaran dan sasaran semua orang yang tidak tertarik dengan kuis maupun dengan Jessica Mila. Problem solved.

Personalization

Kembali lagi ke menu Profil lewat Navigasi. Bukan cuma halaman rumah yang bisa kita atur sedemikian rupa sesuai keinginan. Ada banyak pilihan yang ditawarkan IDN agar kita semakin betah, tidak pindah-pindah, dan tentu saja tidak ketinggalan berita. Begitu juga dengan notifikasi Minggu pagi yang cukup mengejutkan di atas. Cara kerjanya sudah mirip algoritma gabungan iklan Google-Instagram dengan histori video Youtube kita. Mau diaktifkan atau tidak, kita yang pegang kuasanya.

Tambahan yang Penting Nggak Penting

  • Ukurannya aplikasi IDN ini nggak berat tapi juga nggak ringan banget, 30 mb is worth. Terima kasih juga, IDN sudah mengizinkan hape kentang seperti milikku bisa menikmati aplikasi seindah ini.
  • Customer Service yang benar-benar melayani pelanggannya. Kata seseorang, kalau mau lihat rating, pilihlah dari yang terendah dan IDN sama sekali tidak mengecewakan. ðŸ˜Š
  • Release Notes yang semakin friendly! Seru sekali baca-baca bagian yang mungkin bakal dilewatkan banyak orang. Bahagia dan terharu, IDN tetap memberi perhatian terhadap hal yang mungkin dianggap remeh dan kecil.

Saran

Pertama dan utama untuk tampilan yang tidak responsif pada bagian “Tanya Jawab”. Kedua, bug-crashes agar semakin minimalis—seperti prinsip tata letaknya. Ketiga, adanya endless scrolling di Home Page yang masih terasa 50:50 buatku (kalau nggak lagi gabut ya nggak akan menggulir laman sampai bawah). Terakhir, akan semakin oke kalau ada fitur sort by berita terbaru atau terpopuler, filter berita tiap daerah di Indonesia, dan option ganti ukuran font—supaya pengalaman membaca lebih kaya. Maaf banyak mau, ide-ide itu tiba-tiba terlintas begitu saja….

Kesimpulan

Ibarat naik ojek online, yang diberikan IDN App ini, “Sesuai Maps, ya.” Preview yang diberi di toko sama dengan apa yang akan kita dapatkan. Walaupun cuma sekilas, aku melihat artikel-artikel di IDN itu informatif, kredibel, dan seperti yang ditulis di Preview, “Anti Hoax”. Semoga terus meningkatkan kualitas jurnalistiknya, ya!

Sebagai penutup, untuk menyimpulkan keseluruhan IDN App, aku akan meminjam slogan salah satu majalah remaja yang hingga kini masih eksis karena ada kontes modelingnya, yang dalam setiap sampulnya tercetak kalimat ini di bawah judul, “TOP DI ANTARA YANG POP.”

Daftar Pustaka

https://coschedule.com/blog/color-psychology-marketing/

https://id.oberlo.com/blog/color-psychology-color-meanings

https://www.niagahoster.co.id/blog/perbedaan-ui-dan-ux/

https://uxdesign.cc/apple-news-a-usability-case-study-1ae7b037a7fd

https://medium.com/insightdesign/istilah-istilah-dalam-ui-ux-bagian-3-komponen-pada-website-f0fb77d14ade

https://medium.com/@ganfadhil/perbedaan-user-interface-dan-user-experience-pada-desain-aplikasi-d8fcaccf400a

2 comments:

Just write your thoughts.